1.
Konsep
Supervisi Klinis
Suprvisi
klinis bisa dikatakan sebuah pengobatan. Pengobatan yang dilakukan oleh seorang
supervisor terhadap guru. Supervisi klinis mula-mula dilakukan dengan pengamatan
dan mencari sebab akibat, setelah itu menganalisis data, selanjutnya mencari
jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Menurut
Richart Waller (Ngalim,2004; 90) supervisi klinis adalah supervisi yang
difokuskan pada perbaikan pengajaran dengan siklus yang sistematis dari tahap
perencanaan, pengamatan, dan analisis intelektual yang intensif terhadap
penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan untuk mengadakan modifikasi
rasional. Sedangkan Piet A. Sahertian (2000: 36) mengemukakan bahwa “ Supervisi
klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan belajar
mengajar dengan melalui siklus yang sistematik, dalam perencanaa, pengamatan
serta analisis yang nyata, serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara
yang rasional.
Dari
definisi diatas dapat disimpulkan supervisi klinis adalah suatu bimbingan yang
bertujuan untuk perbaikan pengajar guru mulai dari tahap pengamatan analisis
2.
Prinsip-Prinsip
Supervisi Klinis
a. Supervisi
yang dilaksanakan harus berdasarkan inisiatif dari para guru terlebih dahulu.
Perilaku supervisor harus sedemikian taktis sehingga guru-guru terdorong untuk
berusaha meminta bantuan dari supervisor.
b. Ciptakan
hubungan manusiawi yang bersifat interaktif dan rasa kesejawatan.
c. Ciptakan
sasana bebas di mana setiap orang bebas mengemukakan apa yang dialaminya.
Supervisor berusaha untuk apa yang diharapkan guru.
d. Objek
kajian adalah kebutuhan profesional guru yang rill yang mereka sungguh alami.
e. Perhatian
dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk
memperbaiki.
Mulyasa berpendapat dalam bukunya
(2003:112) supervisi klinis memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Supervisi
diberikan berupa bantuan (bukan perintah) sehingga inisiatif tetap berada di
tangan tenaga pendidikan.
b. Aspek
yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah
sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.
c. Instrumen
dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.
d. Mendiskusikan
dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru.
e. Supervisi
dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka, dan supervisor lebih banyak
mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan
pengarahan.
f. Adanya
penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap
perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan.
g. Supervisi
dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan
suatu masalah.
Supervisis
klinis merupakan suatu proses memberi dan menerima yang dinamis. Dalam hal ini
supervisor dan guru merupakan teman sejawat dan mencari pengertian bersama yang
berhubungan dengan pendidikan. Proses supervisi klinis terutama bepusat pada
interaksi verbal mengenai analisis jalannya pengajaran. Tiap guru mempunyai
kebebasan maupun tanggung mengembangkan
mengajarnya. Kemudian supervisor
mempunyai kebebasan dan tanggung jawab untuk menganalisis maupun mengevaluasi
cara supervisinya sendiri dengan caranya menganalisis dan mengevaluasi cara
mengajar guru.
Goldhammaer
dan kawan-kawan dalam Saifulmendefinisikan lima langkah supervisi klinis (1)
pertemuan praobservasi antara supervisor dengan guru; (2) melakukan observasi
saat guru mengajar dikelas; (3) strategi dan analisa menggunakan instrumen yang
telah disepakati bersama; (4) melakukan pertemuan supervisi setelah melakukan
pengamatan terhadap guru saat mengajat
di kelasdalam pertemuan ini dibahas umpan balik alternatif pemecahan masalah
yang ditemukan; dan (5) analisa sesudah pertemuan sekaligus merumuskan solusi
yang dapat mengatasi kesulitan guru dalam mengajar.
Kegiatan
supervisi klinis ini dilakukan searah dengan perbaikan praktik profesional guru,
sehingga dapat dijamin adanya peningkatan kualitas pelayanan belajar secara
berkelanjutan dan konsiste. Kegiatan pokok dalam supervisi klinis yaitu
pertemuan pendahuluan untuk memastikan bahwa semua dokumen pembelajaran sudah
disiapkan dengan bena, observasi mengajar untuk menemukan hal-hal penting mengenai
data dan informasi pelaksanaan pengajaran dan refleksi untuk mendiskusikan
solusi atas temuan yang dilakukan supervisor saat pengamatan dilakuka.
3.
Tujuan
supervisi klinis
supervisi
klinis adalah pengajaran efektif dengan menydiakan umpan balik, dapat memecahkan
permasalahan, membantu guru mengembangkan kemampuandan strategis, mengevaluasi
guru, dan membantu guru untuk berperilaku baik sebagai upaya pengembangan provesional para guru, dengan suatu penekanan
pada meningkatkan kecakapan guru dalam mengajar dalam sebuah ruangan kelas.
Kata kunci dari tujuan supervisi klinis ini adalahmeningkatkan kualitas
instruksional, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas belajar peserta
didik yang dilakukan melalui proses bantuan oleh supervisor diberikan kepada
guru baik atas rencana kerja supervisor maupun atas permintaan guru (Acheson dan
Gall,1987: Syaiful Sagala, 2010:200)
Sedangkan
tujuan khusus supervisi klinis menurut Syaiful sagala (2010:200) antara lain
adalah (1)menyediakan suatu balikan yang objektif dari kegiatan guru yang baru
saja dilaksanakan, ini merupakan cermin agar guru dapat melihat apa yang
sebenarnya yang mereka perbuat sementara belajar, sebab apa yang mereka lakukan
mungkin sekali sangat berbeda dengan perkiraan mereka; (2) mendiaknosis,
memecahkan atau membantu, memecahkan masalah mengajar; (3) membantu guru
mengembangkan kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi
dan model mengajar; (4) sebagai dasar menilai guru dalam kemajuan pendidikan,
promosi, jabatan atau pekerjaan mereka; (5) membantu guru mengembangkan sikap
positif. Terhadap pengembangan diri terus menerusdalam karir dan profesi mereka
secara mandiri; dan (6) kebutuhan utama pada kebutuhan guru dalam mengajar.
Daftar Pustaka
Piet A. Sahertian.
2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi
Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta
Subari. 1994. Supervisi Pendidikan;Dalam Rangka Perbaikan Situasi Mengajar. Bumi
Aksara . Jakarta



